Category Archives: Berita

HJ Pusat Busa

HJ Pusat Busa

Sofa Bed cocok di tempatkan pada kamar, ruang keluarga atau di ruang tamu dan di tempatkan sesuai selera saudara-saudara. sofa bed ini sangat elegan dan minimalis, dengan kwalitas busa super kelas satu karena busa ini memiliki kekuatan tahan sangat lama dan busa tetap mengembang bertahun-tahun, selain itu sofa bed memiliki 4 (empat) fungsi sekaligus anda bisa menjadikannya sofa pada saat santai atau pada saat tamu menginap yang berkunjung ke rumah anda bisa dijadikan sebagai kasur yang sangat nyaman untuk tamu anda. Cover/Sarung Sofa Bed Mengunakan Bahan kain kwalitas katun halus dan lembut yang tidak panas dan tidak luntur ketika digunakan. Pilihan motif dan warna minimalis cerah dan gelap, motif bunga-bunga, motif dunia anak, motif logo bola dan masih banyak motif yang beraneka ragam. berbagai macam ukuran panjang lebar maupun tebal yang bervarian. Sofa Bed mudah dibersihkan dan dijemur.

Kami juga menyediakan Sofa Lipat yang cocok di tempatkan di kamar, ruang keluarga atau di ruang tamu. sofa bed ini sangat elegan dan minimalis, dengan kwalitas busa super kelas satu karena busa ini memiliki kekuatan tahan sangat lama dan busa tetap mengembang bertahun – tahun, selain itu Sofa Lipat memiliki 4 (empat) fungsi sekaligus anda bisa menjadikannya sofa pada saat santai atau pada saat tamu menginap yang berkunjung ke rumah anda bisa dijadikan sebagai kasur yang sangat nyaman untuk tamu anda. Sofa Lipat mudah dibersihkan dan dijemur.

Kami juga menyediakan Kasur Lipat yang cocok di tempatkan di kamar, ruang keluarga atau di ruang tamu. Kasur Lipat ini sangat elegan dan minimalis, dengan kwalitas busa super kelas satu karena busa ini memiliki kekuatan tahan sangat lama dan busa tetap mengembang bertahun – tahun, selain itu Kasur Lipat memiliki 4 (empat) fungsi sekaligus anda bisa menjadikannya sofa pada saat santai atau pada saat tamu menginap yang berkunjung ke rumah anda bisa dijadikan sebagai kasur yang sangat nyaman untuk tamu anda.

bisa kunjungi website kami di http://pusatbusa.com/

Masjid PT YKK Cibitung Bekasi

Masjid PT YKK Cibitung Bekasi

Alhamdulillah kami telah melakukan pemasangan karpet Handmade Custom Design di Masjid PT YKK Cibitung Bekasi,motif dan design yg digunakan sesuai dengan interior masjid,warna karpet masjid

Karpet Masjid Fatimah Yayasan Fikrul Akbar

Alhamdulillah Karpet Masjid Fatimah Yayasan Fikrul Akbar telah memakai Karpet Handmade Custom Design Dengan Motif yang bagus dan warna biru langgit dengan titik – titik yang terkesan seperti bintang.

Tahapan pemasangan karpet

Tahapan pemasangan karpet :

  1. Periksa apakah lantai sudah rata.
    Pemeriksaan ini penting karena lantai yang tidak rata bisa menyebabkan permukaan karpet yang kurang rata.
    Perataan dengan semen diperlukan kalau perbedaan ketinggian cukup menyolok.
  2. Perhatikan pola pemasangan karpet
    Penyesuaan pola pabrikan karpet dan denah ruangan perlu diperhatikan dengan terlebih dulu mendapat persetujuan owner/designer.
  3. Perhatikan kebersihan lantai.
    Kebersihan lantai erat kaitannya dengan lengket tidaknya lem yang akan digunakan.
    Sapu dan pel diperlukan kalau lantai tertutup debu yang tebal.
  4. Persiapan pemasangan
    Untuk pemakaian karpet rol, underlayer perlu dipasang terlebih dulu.
  5. Pemasangan karpet
    Karpet dipasang sesuai pola yang telah ditetapkan, dan diaplikasikan dilapangan.
  6. Periksa pemasangan dan pembersihan lantai.
    Periksa kerapihan pemasangan karpet terutama perbatasan karpet dan list, kemungkinan gelembung, sambungan dengan heatbond tape.
    Jika telah sempurna, bisa dilakukan finishing dengan vacum cleaner.

Demikian langkah – langkah pemasangan karpet, semoga bermanfaat.

Sejarah Karpet

Sejarah karpet bermula di Asia Tengah antara tiga sampai dua millennium sebelum masehi (SM). Karpet tertua ditemukan dalam kuburan di lembah Pazyrik yang diperkirakan berasal dari lima sampai empat abad SM. Sementara tumpukan karpet bersimpul tepi tertua ditemukan di semenanjung Anatolia Turki yang diperkirakan berasal dari masa dinasti Seljuk pada pertengahan pertama abad 13 (Wikipedia).

Delapan belas karpet lebar ini diperkirakan berasal dari Konya bermotif pengulangan bentuk-bentuk geometri dengan kaligrafi kufic dan semi-kufic di tepiannya.
Akhirnya, kehalusan serta keindahan karpet dari kota-kota pusat produksi seperti Kashan, Sahraz, Baluchistan, Kashmir dan Konya efektif menggambarkan keagungan imperium-imperium besar Islam masa lalu. Peradaban bangsa-bangsa kuno tersebut eksis dan redup atau hilang sama sekali dalam periode sejarah yang panjang. Kerajaan-kerajaan kecil dan besar itu saling bersaing ataupun takluk dibawah imperium super power Abbasiah, Andalusia, Seljuk, Otoman, Safawid, Mughal, atau Fatimiyah.

Ketika kerajaan-kerajaan kuno itu masih eksis, mereka berinteraksi dan saling berdagang dengan kerajaan-kerajaan lain nun jauh di horizon membentuk urat-urat jalur sutera menembus gurun dan lautan, menjangkau China dan India kuno serta Kepulauan Nusantara. “Globalisasi” periode awal tersebut membentuk jaringannya yang rumit, serumit cara pembuatan karpet yang indah.

Kita harus pahami atmosfer kekuasaan feodal pada masa ketika karpet-karpet itu dibuat.
Dalam perspektif Eropa kuno ketika kerajaan-kerajaan seperti Aragon dan Castila saling bersaing, saling berperang tak jarang digunakan untuk meraih legitimasi kekuasaan, menciptakan negara pelindung dan negara vassal. Hegemoni raja adalah atas masing-masing kepala para abdi, rakyat jelata.

Dari sejarah kita ketahui Prancis kuno mengembangkan bahasanya sendiri yang berbeda dari kerajaan lainnya untuk membentuk kekuasaan atas rakyatnya.
Raja-raja Spanyol dan Portugis menikahkan atau menikahi puteri-puteri kerajaan Eropa lainnya untuk memperluas wilayah tanpa peperangan, ketika ide penaklukan seperti secara legendaris dicontohkan oleh Alexander the Great atau Imperium Romawi di masa sebelumnya.

Kesatuan sebuah bangsa adalah juga tentang identitas budaya, bahasa pemersatu, serta imagination feeling narrative. Tak heran cooking culture, budaya karpet, perpustakaan dan pemandian umum, batik atau keris di kepulauan Nusantara atau kain sutera di China, Bahasa Sansekerta dan kesusasteraan Mahabarrata di India menjadi manifestasi kesatuan kekuasaan imperium pada masa tertentu, meski tak jarang hanya berakhir pada level kesatuan budaya.

Tak mengherankan, dari sejarah pula kita ketahui di jaman inkuisisi di Spanyol kuno untuk mencari Muslim adalah dengan melihat adanya kamar mandi di dalam rumahnya. Atau juga bagaimana brutalnya Jenghis Khan menghancurkan Baghdad dengan membakar dan membuang buku-buku perpustakaan hingga menyebabkan sungai Eufrat menjadi hitam oleh tinta.

Akhirnya peran unik Turki sebagai bekas imperium Romawi Timur yang selama berabad-abad mengancam adalah turut memperkenalkan karpet di dunia Barat.
Karpet Turki muncul dalam beberapa lukisan Barat, sebagai simbul status sosial yang tinggi bagi pemiliknya. Sampai abad 17 dunia Barat mengenal karpet hanya sebagai tutup meja atau hiasan dinding ketika mereka mendatangkan sejumlah permadani Persia (Wikipedia).

Baru pada abad 18 karpet menjadi bagian dari interior Barat sebagai penutup lantai. Kini karpet modern berbahan polyester atau nilon adalah perlengkapan standar di negara empat Musim seperti Australia, selain tentu saja kita mengenal “karpet merah” di dunia selebritis Hollywood.
Kita berada pada zaman yang terus berubah. Dengan didorong oleh kemajuan teknologi informasi dan perdagangan bebas, globalisasi yang melanda meluruhkan konsep tentang sovereignty, negara bangsa, dan menjungkirkan teori-teori politik lama. Kekuasaan politik dalam gelombang demokratisasi dan pasar bebas saat ini cenderung pada bentuk konsensus. Legitimasi tidak lagi terhadap orang-per orang dengan kekuatan senjata atau hegemoni agama, tetapi the rulling class mencari dukungan rakyat melalui bilik suara.

Meski drone tak berawak atau rudal jelajah antar benua masih digunakan, tetapi efektifitasnya melemah. Hegemoni budaya dan kantor berita bisa lebih kuat dibandingkan aliansi-aliansi lama. Dan internet menembus semua monopoli yang pernah terjadi atas berita. Kekuatan ekonomi sebuah bangsa adalah soft power yang semakin berpengaruh atas hubungan antar negara.

Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan ini. Ketakutan menghadapi globalisasi dari respon ultra nasionalistik dan bahkan melibatkan kemarahan dan kekerasan sebagai ekspresi ketakutan kehilangan kuasa, haruslah dihindari. Bekerja keras dan cerdas dengan mengambil keuntungan dari proses globalisasi adalah jalan terbaik yang harus ditempuh.

Kembali lagi ke karpet bermotif senjata modern produk Afghanistan mengisahkan secara jujur kenyataan yang terjadi kini. Amerika terus-terusan “menyembunyikan permasalahan di balik karpet” dengan tetap melanjutkan perang tiga trilyun dollarnya (Stiglitz, 2008) di Iraq dan Afghanistan yang membenamkannya dalam kubangan hutang dengan China, Jepang dan Arab Saudi.

Negeri-negeri Asia seperti China dan India mulai mengancam dengan kekuatan soft power ekonominya yang mampu menggandakan cadangan devisanya hanya dalam hitungan tahun, bukan dekade atau abad.
Sampai kapankah Dollar, Hollywood, McDonald dan CocaCola akan terus menghegemoni dunia?
Kekalahan perang Sembilan tahun di Afghanistan (sebagaimana tanda-tandanya mulai terlihat), tempat karpet bergambar alat-alat perang dibuat oleh tangan-tangan terampil, anak-anak miskin dari pegunungan Hindu Kush yang mungkin melewati celah Khiber untuk mengirimnya ke Australia sepertinya menjadi clue bagi sejarah masa depan dunia.
Semoga bermanfaat

Idul Adha

Idul Adha (Bahasa arab :عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.
Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang atau di masjid, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.
Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.
Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.
Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.
Penetapan Idul Adha
Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah Haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:
“ Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah. ”
— HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, Al Baihaqi, ad Daruquthni, Ahmad, dan al Hakim. Al Hakim berkomentar, “Hadits ini sahih, sekalipun dia berdua [Bukhari-Muslim] tidak mengeluarkannya”.

Dalam hadits yang dituturkan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali berkata, bahwa amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata:
“ Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka.

— HR Abu Dawud, al Baihaqi dan ad Daruquthni. Ad Daruquthni berkomentar, “Hadits ini isnadnya bersambung, dan sahih.”
Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan pada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana perhelatan haji dilaksanakan untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada amir Makkah.

Puasa Idul Adha dan Tahun Baru Islam berdasarkan Kalender Hijriyah

(sumber wikipedia)

H/M 11 Dzulkaidah 10 Dzulhijjah Lama 1 Muharram
1410H/1990M 3 Juni 1990 3 Juli 1990 30 24 Juli 1990
1411H/1991M 24 Mei 1991 23 Juni 1991 30 13 Juli 1991
1412H/1992M 12 Mei 1992 11 Juni 1992 30 2 Juli 1992
1413H/1993M 2 Mei 1993 1 Juni 1993 30 21 Juni 1993
1414H/1994M 21 April 1994 21 Mei 1994 30 10 Juni 1994
1415H/1995M 10 April 1995 10 Mei 1995 30 31 Mei 1995
1416H/1996M 29 Maret 1996 28 April 1996 30 19 Mei 1996
1417H/1997M 19 Maret 1997 18 April 1997 30 8 Mei 1997
1418H/1998M 8 Maret 1998 7 April 1998 30 28 April 1998
1419H/1999M 26 Februari 1999 28 Maret 1999 30 17 April 1999
1420H/2000M 15 Februari 2000 16 Maret 2000 30 6 April 2000
1421H/2001M 3 Februari 2001 5 Maret 2001 30 26 Maret 2001
1422H/2002M 23 Januari 2002 22 Februari 2002 30 15 Maret 2001
1423H/2003M 13 Januari 2003 12 Februari 2003 30 5 Maret 2003
1424H/2004M 2 Januari 2004 1 Februari 2004 30 22 Februari 2004
1425H/2005M 22 Desember 2004 21 Januari 2005 30 10 Februari 2005
1426H/2006M 11 Desember 2005 10 Januari 2006 30 31 Januari 2006
1427H/2006M 1 Desember 2006 31 Desember 2006 30 20 Januari 2007
1428H/2007M 20 November 2007 20 Desember 2007 30 10 Januari 2008
1429H/2008M 8 November 2008 8 Desember 2008 30 29 Desember 2008
1430H/2009M 29 Oktober 2009 28 November 2009 30 18 Desember 2009
1431H/2010M 18 Oktober 2010 17 November 2010 30 8 Desember 2010
1432H/2011M 7 Oktober 2011 6 November 2011 30 27 November 2011
1433H/2012M 26 September 2012 26 Oktober 2012 30 15 November 2012
1434H/2013M 15 September 2013 15 Oktober 2013 30 5 November 2013
1435H/2014M 5 September 2014 5 Oktober 2014 30 25 Oktober 2014
1436H/2015M 25 Agustus 2015 24 September 2015 30 15 Oktober 2015
1437H/2016M 13 Agustus 2016 12 September 2016 30 3 Oktober 2016

Selamat Tinggal Wahai Ramadhan

TIDAK terasa, hari ini kita  memasuki bulan Syawal dan meninggalkan Ramadhan, setelah sebulan penuh kita berada dalam “kawah candradimuka” Ramadhan, melaksanakan ibadah shiyam sebulan penuh dalam training centre-Nya. Taqabbalallah minna wa minkum, selamat ‘Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Selamat datang kembali di hari-hari penuh tantangan sekaligus perjuangan.

Namun demikian, saya ingatkan agar kita tidak larut dalam kegembiraan hari raya. Karena setelah ini kita harus melakukan instrospeksi. Kita evaluasi total, adakah target Ramadhan kita tahun ini telah tercapai? Seberapa besar perolehan nilai-nilai ketaqwaan yang berhasil kita raih? Sejauh mana rangkaian ibadah Ramadhan yang baru saja kita jalani telah mengubah diri kita menjadi sosok pribadi baru yang fitri? Seberapa besar pengaruh tarbiyah Ramadhan terhadap perubahan sikap dan perilaku kita? Seberapa besar potensi fitri yang selama ini tersembunyi berhasil kita angkat ke permukaan?

Satu hal yang mesti direnungkan pada bulan Ramadhan kemarin mengenai amalan yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan. Benarkan amalan tersebut diterima di sisi Allah?

allahu akbar , allahu akbar , allahu akbar , allahu akbar walilah ilham selamat tinggal bulan ramdhan , semoga amal yang kami kerjakan di bulan ramadhan ini diterima di sisi mu ya allah dan ijinkan kami menyambut ramdhan-ramdhan yang akan datang.