class="post-template-default single single-post postid-29139 single-format-standard wp-custom-logo wp-embed-responsive right-sidebar nav-below-header separate-containers nav-search-enabled header-aligned-center dropdown-hover featured-image-active wpb-js-composer js-comp-ver-6.7.0 vc_responsive elementor-default elementor-kit-26667" itemtype="https://schema.org/Blog" itemscope>

Bahan Bahan Pembuat Fiberglass

Fiberglass adalah bentuk serat kaca dari kaca cair yang sengaja ditarik agar menjadi serat tipis yang kuat. Ini pula yang menjadi alasan mengapa fiberglass dikenal sebagai plastik yang diperkuat dengan serat kaca. Biasanya serat kaca diratakan menjadi lembaran, disusun secara acak, atau ditenun menjadi kain. Berdasarkan penggunaan fiberglass, serat kaca dapat dibuat dari berbagai jenis kaca sebagai bahan dasar.

Sifat fiberglass yang kuat, ringan, dan tidak mudah rapuh cukup menjelaskan mengapa banyak digunakan untuk bak mandi, atap, hingga kapal dan pesawat terbang. Setelah mengetahui apa itu fiberglass, sekarang kita lanjut ke bahan-bahannya yuk.

Bahan – Bahan untuk membuat fiberglass terdiri dari beberapa macam, apa saja bahan tersebut? coba kita ketahui

1. Aerosil
fiberglass aerosil

Bahan ini berbentuk sangat halus jika dilihat kasat mata bentuk nya seperti butiran halus cristal dan sangat ringan. saat anda menggunakan bahan ini gunakan masker hidung agar tidak terhirup karena benar – benar sangat halus dan tidak seberat dari yang di bayangkan.

Ini adalah kekuatan dasar dalam membuat fiber, penggunaan aerosil ini sangat kuat sehingga seringkali di jadikan sebuah pondasi di banding dengan talk fiber. Harganya pun biasanya 10 kali lebih mahal dari talk biasa yang di tawarkan oleh penjual di toko kimia.

2. Resin
fiberglass resin

Resin adalah bahan kimia yang berbentuk cair, menyerupai minyak goreng, tetapi agak kental. Jenis resin bermacam-macam. Untuk bahan aksesoris fiberglass, umumnya menggunakan resin bening atau resin butek. Resin bening, biasanya digunakan untuk bentuk yang menonjolkan kebeningannya, seperti untuk aksesoris visor, kap lampu dll sebagai pengganti mika, namun penggunaan resin bening yang ada dipasaran untuk pengganti mika, masih belum menghasilkan kualitas yang memuaskan. Sedangkan resin jenis butek lebih banyak digunakan untuk pembuatan aksesoris, disamping harganya murah, resin ini dapat dengan mudah dibeli di toko-toko kimia.

3. Katalis
fiberglass catalis

Cairan ini bisa dibilang pendamping setia resin, cairan ini biasanya berwarna bening dan berbau agak sengak. Cairan ini berfungsi untuk mempercepat proses pengerasan adonan fiber, semakin banyak katalis maka akan semakin cepat adonan mengeras tetapi hasilnya kurang bagus. Cairan ini jika mengenai kulit akan terasa panas, seperti cairan air zuur.

4. Pigmen Warna
fiberglass pigmen

Pigment merupakan zat pewarna untuk bahan fiberglass yang berupa bibit pewarna agar fiberglass yang anda buat akan lebih menarik dilihat. Bahan ini tidak terlalu penting di gunakan dalam pembuatannya, karena hanya mempengaruhi warna saja. Tergantung pada anda yang akan menggunakan fiberglass ini untuk kebutuhan anda? warna nya bervariasi disesuaikan dengan selera anda.

Cara menggunakannya cukup mudah yaitu dengan mencampurkan pigment setelah anda mencampurkan Resin dan Talk/Aerosil, setelah di aduk sampai rata masukan pigment sekitar 5% saja dari yang anda buat. atau kurang lebih perbandingannya 20:1 dari campuran yang anda buat

5. Mat (Serat Fiber)
fiberglass serat fiber

Met merupakan bahan serat kaca. Bahan ini berfungsi sebagai serat penguat dari adonan fiberglass ketika akan dicetak, agar hasilnya menjadi lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bentuk met bermacam-macam, ada yang mirip bihun, kain, karung dan sarang lebah. Tetapi yang banyak dijumpai dipasaran adalah yang berbentuk seperti bihun.

6. Talk
fiberglass talk

Talk merupakan salah satu komponen dasar dari pembuatan fiberglass, fungsi dari talk sendiri mirip dengan yang saya jelaskan diatas yaitu aerosil. Jika aerosil memiliki kekuatan yang baik dan harga yang mahal, maka talk ini adalah alternatif dari aerosil sendiri. bentuknya talk mirip dengan bedak bayi. berfungsi sebagai campuran resin agar semakin kuat saat fiberglass telah jadi.

7. Aseton
fiberglass aseton

Aseton Pada umumnya cairan ini berwarna bening, fungsinya yaitu untuk mencairkan resin. Zat ini digunakan apabila resin terlalu kental yang akan mengakibatkan pembentukan fiberglass menjadi sulit dan lama keringnya.

8. Dempul
fiberglass dempul

Dempul merupakan bahan yang di gunakan untuk membentuk fiberglass yang telah mengeras dan mengeras. setelah cetakan fiberglass jadi maka dilakukan pengamplasan dan di haluskan oleh dempul. Untuk hasil yang lebih baik sebaiknya anda gunakan polyester tahap akhir yang sering di kenal dengan dempul/putty.

9. Cobalt
fiberglass cobalt

Cairan kimia ini berwarna kebiru-biruan berfungsi sebagai bahan aktif pencampur katalis agar cepat kering, terutama apabila kualitas katalisnya kurang baik dan terlalu encer. Bahan ini dikategorikan sebagai penyempurna, sebab tidak semua bengkel menggunakannya. Hal ini tergantung pada kebutuhan pembuat dan kualitas resin yang digunakannya. Perbandingannya adalah 1 tetes cobalt dicampur dengan 3 liter katalis. Apabila perbandingan cobalt terlalu banyak, dapat menimbulkan api.

10. PVA
fiberglass pva

Bahan ini berupa cairan kimia berkelir biru menyerupai spiritus. Berfungsi untuk melapis antara master mal/cetakan dengan bahan fibreglass. Tujuannya adalah agar kedua bahan tersebut tidak saling menempel, sehingga fiberglass hasil cetakan dapat dilepas dengan mudah dari master mal atau cetakannya.

11. Mirror
fiberglass mirror

Sesuai namanya, manfaatnya hampir sama dengan PVA, yaitu menimbulkan efek licin. Bahan ini berwujud pasta dan mempunyai warna bermacam-macam. Apabila PVA dan mirror tidak tersedia, perajin/pembuat fiberglass dapat memanfaatkan cairan pembersih lantai yang dijual bebas di mall/ toserba.