Cara mengukur ruang masjid sebelum pesan karpet

Sebelum memesan karpet masjid, langkah terpenting yang tidak boleh dilewatkan adalah mengukur ruangan dengan benar. Kesalahan ukuran bisa membuat karpet kurang panjang, kurang lebar, atau malah terbuang sia-sia. Dengan pengukuran yang tepat, pemasangan lebih rapi, shaf lebih lurus, dan anggaran bisa dihitung sejak awal. Berikut panduan lengkapnya.

karpet masjid

1. Tentukan Bentuk Ruangan Masjid

Setiap masjid memiliki bentuk yang berbeda-beda. Umumnya ada tiga tipe ruangan: persegi, persegi panjang, trapezium, atau ruangan yang tidak simetris. Kenali bentuk ruangan terlebih dahulu agar proses pengukuran lebih akurat.

2. Ukur Panjang Ruangan

Gunakan meteran panjang. Mulailah dari titik paling depan dekat mihrab hingga dinding belakang. Bila ruangan memiliki kolom atau sekat, ukur tiap sisi untuk memastikan panjangnya konsisten. Catat semua ukuran agar tidak tertukar.

3. Ukur Lebar Ruangan

Lebar dihitung dari dinding kiri ke kanan yang menghadap kiblat. Pastikan meteran lurus dan tidak melengkung. Jika ruangan agak miring, ambil dua sampai tiga titik pengukuran lalu pilih ukuran terbesar.

4. Hitung Jumlah Shaf

Standar lebar karpet masjid biasanya 120–125 cm per shaf. Rumus sederhana: Jumlah shaf = panjang ruangan ÷ lebar karpet per shaf.
Contoh: panjang ruangan 20 m ÷ 1,2 m = 16 shaf.

5. Perhatikan Arah Kiblat

Karpet bermotif shaf harus presisi dengan arah kiblat. Bila arah kiblat tidak sejajar dengan dinding, karpet perlu dipasang sedikit miring sehingga ada sisa potongan di sisi kiri dan kanan. Jika kiblat miring lebih dari 5°, sebaiknya gunakan jasa tukang ukur profesional.

6. Tandai Area yang Tidak Perlu Dipasang Karpet

Beberapa bagian masjid biasa dibiarkan tanpa karpet, seperti area mimbar, jalur kursi roda, ruang transit dekat pintu, atau area lembap dekat tempat wudu. Menandai area ini bisa menghemat anggaran.

7. Hitung Kebutuhan Karpet dalam Roll

Karpet masjid umumnya dijual per roll dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar 120–200 cm. Cara menghitungnya: tentukan jumlah shaf, kalikan dengan kebutuhan karpet per shaf, lalu bandingkan dengan ukuran roll.
Contoh: ruangan lebar 12 meter → butuh 10 meter karpet per shaf. Jika 1 roll panjangnya 6 meter, maka per shaf membutuhkan 2 roll.

8. Tambahkan Cadangan 5–10 cm

Tambahkan sedikit cadangan ukuran untuk keperluan pemotongan siku, finishing pinggir, dan penyesuaian arah kiblat. Cadangan kecil ini bisa mencegah kekurangan karpet saat pemasangan.

9. Buat Sketsa Sederhana

Buat gambar sederhana tampak atas dari ruangan masjid dan tuliskan semua ukuran. Sketsa ini sangat membantu saat konsultasi atau saat pemesanan ke toko karpet.

10. Gunakan Jasa Surveyor Bila Ragu

Jika ruangan besar, tidak simetris, atau arah kiblat cukup miring, lebih aman meminta bantuan surveyor atau tim profesional yang biasanya disediakan gratis oleh penyedia karpet masjid.

Kesimpulan

Mengukur ruang masjid sebelum memesan karpet sangat penting untuk memastikan pemasangan rapi, shaf lurus, dan anggaran tepat. Mulai dari mengenali bentuk ruangan, mengukur panjang dan lebar, menghitung jumlah shaf, hingga membuat sketsa. Dengan pengukuran yang benar, karpet bisa dipasang secara optimal dan nyaman bagi jamaah.

baca juga Karpet Masjid dengan Bahan Halus dan Nyaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *